Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei Charta Politika: Elektabilitas PPP Capai 4,1 Persen di Pemilu 2024

Novia Adristi Zhafira , Jurnalis-Rabu, 17 Mei 2023 |17:42 WIB
Survei Charta Politika: Elektabilitas PPP Capai 4,1 Persen di Pemilu 2024
Foto: PPP
A
A
A

JAKARTA – Survei terbaru dari Charta Politika Indonesia merilis elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menembus angka 4,1 persen di Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan ini kali pertama PPP memperoleh angka di atas parliamentary threshold (PT).

“PPP pertama kali dalam survei kami melampaui angka parliamentary threshold, yaitu 4,1 persen,” ujar Yunarto Wijaya, Rabu (17/7/2023).

Yunarto menyebut, elektabilitas partai politik (parpol) yang masih belum mencapai ambang batas lainnya masih perlu bertarung lagi.

“Kalau kita lihat di sini, saya menduga peluang parpol peluangnya ada dan semuanya lolos PT,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengaku senang dengan naiknya elektabilitas partai berlambang Kakbah dalam survei kali ini.

Dia menilai, kenaikan elektabilitas PPP terus meningkat usai melakukan konsolidasi nasional dalam beberapa waktu terakhir sekaligus berdasarkan hasil keputusan Rapimnas V di Yogyakarta, yaitu PPP resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

“Alhamdulillah, selama kami bekerja tujuh bulan konsolidasi nasional membuahkan hasil. Kami mencalonkan Pak Ganjar sebagai Capres melalui berbagai tahapan juga bagian konsolidasi,” terangnya.

Tentu ini merupakan suatu apresiasi dari masyarakat yang masih mencintai PPP atas apa yang dikerjakan,”sambungnya.

Mardiono menyebut bahwa Ganjar Pranowo memiliki efek elektoral yang tinggi, sehingga berdampak juga kepada PPP.

“Tentu ini yang kami sebut sebagai efek elektoral, karena Pak Ganjar punya efek elektoral yang tinggi. Namun, hal ini juga tidak terlepas dari konsolidasi yang telah kami kerjakan,” ungkapnya.

“Saya akan terus kerja dan tidak akan puas sampai di situ, akan maksimal termasuk konsolidasi secara nasional. Apalagi setelah ditetapkan bacaleg di seluruh Indonesia. Semuanya akan turun ke lapangan menyosialisasikan program PPP dan Capres yang kami usung,” pungkasnya.

Survei tatap muka tersebut dilakukan pada 2-7 Mei 2023 terhadap 1.200 responden dengan multistage random sampling. Adapun margin of error survei ini 2,82 persen dengan kriteria reponden 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Quality control survei ini ada di angka 20 persen dari total sampel dengan wilayah survei seluruh Indonesia.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement