Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalanan Klemuk Kota Batu Terlalu Curam, Bikin Kecelakaan Kerap Terjadi

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 17 Mei 2023 |05:24 WIB
Jalanan Klemuk Kota Batu Terlalu Curam, Bikin Kecelakaan Kerap Terjadi
Truk sapi alami rem blong dan tabrak kendaraan lain/Foto: Avirista
A
A
A

 

KOTA BATU - Warga menyebut jalanan menurun di daerah Klemuk, Kota Batu, kerap kali memicu kecelakaan. Pasalnya jalanan yang menghubungkan antara Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan Kota Batu, melalui jalur alternatif yang lebih cepat memiliki kemiringan curam.

Hal ini membuat kendaraan yang melaju di lokasi kerap kali kehilangan daya untuk mengerem akibat kampas rem yang panas sehingga terjadi rem blong. Banyaknya kecelakaan membuat warga sekitar berinisiatif membuat relawan pengatur lalu lintas agar mengingatkan pengendara yang melintas.

 BACA JUGA:

Basuki, relawan lalin menuturkan, relawan di jalanan menurun ini memang sudah terbentuk cukup lama. Tapi baru aktif dan bersiaga di bulan Ramadhan kemarin. Hasilnya pantauannya banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan mulai sepeda motor hingga mobil.

Peristiwa ini melengkapi beberapa kecelakaan sebelumnya yang pernah terjadi melibatkan mobil elf hingga truk.

 BACA JUGA:

"H+2 (di bulan Ramadan) sekitar 20 yang blong, itu sepeda motor, yang H+2 lebaran itu motor dua dan mobil dua," ucap Basuki, pada Selasa malam (16/5/2023).

Ia menambahkan, catatannya sudah ada tiga korban luka dibawa ke rumah sakit dari kecelakaan di jalanan wilayah Klemuk ini. "Selama lebaran tiga masuk rumah sakit. Relawan sudah lama, punya inisiatif berjaga sejak puasa ini," ucapnya.

Warga pun juga membuat jalur evakuasi penyelamat di sisi kiri dari lajur kendaraan yang turun dari arah Pujon, Kabupaten Malang, yang akan menuju Kota Batu. Hasilnya memang korban luka dan jiwa sedikit bisa diminimalisir. "Ya sedikit agak menurun korbannya, setidaknya jalur penyelamat itu membantu," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin mengakui banyaknya peristiwa kecelakaan di Klemuk, Kota Batu disebabkan adanya kontur jalan yang cukup curam ketika turun. Hal inilah yang membuatnya bersama instansi terkait bakal kembali membahas uji kelayakan jalan itu.

"Kemudian dengan kejadian ini juga sebelumnya akan kita laksanakan forum lalu lintas bersama Dishub, BPBD, dan instansi terkait lainnya dari PU (Dinas Pekerjaan Umum), akan membahas terkait perlintasan ini, sehingga paling tidak sudah ada hasil dari pembicaraan kita di forum," tuturnya.

"Seandainya ada kendaraan - kendaraan yang mengantisipasi rem blong jalan keselamatan juga sudah disediakan oleh pihak terkait. Relawan kita tempatkan di situ, ada posnya juga, bertujuan untuk memberikan tanda-tanda kepada para pengemudi apabila ada pengemudi yang melanggar," tambahnya.

Tujuannya agar kecelakaan di Jalan Raya Klemuk bisa diminimalisir. Salah satu upaya yang telah dilakukan dengan memasang rambu larangan kendaraan besar seperti truk, bus, dan mobil elf untuk melintasi dan memasang portal di jalanan bagian atas.

"Sehingga para pengemudi yang menggunakan kendaraan maupun masyarakat yang berada di wilayah jalan ini tetap selamat. Tapi beberapa kali kendaraan - kendaraan besar ini melintasi tujuannya, untuk menghindari jaraknya (ke Kota Batu) lebih dekat untuk mengarah ke kota Batu, itu tetap dilanggar. Memang banyak kendaraan yang menjadikan jalan alternatif, tapi kita batasi yang kendaraan roda enam," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut melibatkan truk bermuatan tiga ekor sapi dengan lima kendaraan lainnya di Jalan Raya Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, pada Selasa sore (16/5/2023) sekitar pukul 16.30 WIB.

Akibatnya satu orang tewas di lokasi kejadian, dua orang meninggal dunia saat dirawat di RS Hasta Brata, dua lainnya mengalami luka berat, serta tiga orang lainnya luka ringan. Kecelakaan juga membuat satu mobil minibus Toyota Avanza rusak parah, tiga sepeda motor juga turut rusak parah, sedangkan satu motor rusak ringan terkena 'seruduk' truk bermuatan sapi yang diduga mengalami rem blong.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement