Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hubungan Buruk Amangkurat I dan Pemuka Agama Berujung Pembunuhan

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2023 |05:43 WIB
Hubungan Buruk Amangkurat I dan Pemuka Agama Berujung Pembunuhan
Amangkurat I. (Foto: Ilustrasi/Dok Ist)
A
A
A

SULTAN Amangkurat I memimpin Mataram dengan sewenang-wenang. Bahkan ia beberapa kali harus terlibat perbedaan pendapat dan bersitegang dengan keluarga dan pemuka agama sendiri. Konon sosoknya pula yang memerintahkan membunuh pemuka agama itu. 

Suatu ketika pemuka agama dan orang-orang menganggap tidak becus kebijakan Sultan Amangkurat I. Bahkan para pemuka agama itu mengemukakan bahwa ada pesan Sultan Agung sebagai seorang keramat, bahwa senjata-senjata Mataram pertama-tama harus diarahkan ke timur dan kemudian ke barat.

 BACA JUGA:

Jika tidak dilakukan dipercaya mereka tidak akan memperoleh berkah. Maka cara pertama adalah pertama-tama Blambangan harus direbut dari orang-orang Bali yang dianggap kafir, sebelum dapat menyerang kaum seagama di Banten, sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", dari H.J. De Graaf. 

Golongan pemuka agama yang pernah diserang dan dihajar Sultan Amangkurat I dahulu itulah yang telah bangkit kembali dan memelopori pembalikan politik ini. Untuk itu, mereka berlandaskan pesan terakhir ayah Raja yakni Sultan Agung, yang dianggap memiliki kesaktian.

BACA JUGA:

Kejamnya Amangkurat I, Raja Mataram yang Bantai Ulama dan Saudaranya Sendiri 

Semula Sultan Amangkurat I tidak mau menghiraukan alasan orang-orang Islam ini. Malah ia memerintahkan kepada para pembuat meriam dan senapan untuk menghasilkan 800 senapan, serta banyak meriam kecil dalam satu triwulan. Setelah itu terjadilah satu dan lain hal yang membuatnya sadar kembali.

Sultan Amangkurat I juga memerintahkan agar meriamnya yang terbaik dan baru selesai itu dicoba di lapangan yang paling terhormat atau bisa dikatakan du alun-alun. Setelah itu disuruhnya supaya dicoba pula sebuah meriam Belanda yang sama besarnya, tetapi diberi peluru yang dua kali lebih berat daripada peluru untuk meriam Jawa.  

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement