Sultan Mataram itu merasa heran bahwa meriam Belanda itu hanya sedikit melompat ke belakang. Dan ditanyakannya kepada pembuat meriam Jawa, apakah meriam Jawa juga tahan diisi dengan peluru yang sama beratnya. Setelah pembuat meriam itu menyetujuinya, maka meriam buatannya itu diisi dengan peluru dua kali lebih berat, dan kemudian ditembakkan.
Tetapi meriam itu meledak dan hancur berantakan berkeping-keping tidak terhitung banyaknya, dan keping terbesar jatuh tepat di depan Raja. Sungguh luar biasa terkejutnya, hingga diperintahkannya agar pembuat meriam itu ditangkap, lapangan percobaan itu diperintahkannya pula agar gerbang lapangan ditutup semen untuk selama-lamanya, sehingga sangat menyusahkan kalangan Istana sendiri.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.