JAKARTA – Ancaman teroris kerap muncul di berbagai kesempatan di tanah air. Salah satunya adakah kelompok “Komando Jihad” yang berani membajak pesawat komersial milik negara, Garuda Indonesia pada 28 Maret 1981 yang dikenal dengan Peristiwa Woyla.
Menurut berbagai sumber, dalam suasana tegang saat merancang operasi pembebasan pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”, terjadi serangkaian peristiwa menarik antara dua aktor utama petinggi Kopassandha (sekarang Kopassus). Yakni antara Asisten Operasi Letkol Sintong Hamonangan Pandjaitan dengan Kapusintelstrat, Leonardus Benyamin ‘Benny’ Murdani.
Letjen (purn) Sintong Pandjaitan masih ingat saat itu dirinya ditugaskan untuk membebaskan sandera. Dia pun mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan saat operasi.
Saat itu dirinya dipanggil Benny Murdani untuk mengetahui apa saja peralatan yang dibawa termasuk senjata yang digunakan. Namun Benny memarahinya karena senjata yang digunakan tidak standar.
BACA SELENGKAPNYA: Saat Sintong 'Disemprot' Benny Murdani soal Senjata Operasi Woyla
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.