JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tata kelola pemerintahan di Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
KPK mengantongi data bahwa capaian nilai tata kelola di daerah tersebut terus mengalami penurunan. Hal itu, tentu berpotensi membuka celah terjadinya tindak pidana korupsi.
Berdasarkan hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK, tata kelola pemerintahan di Boltim masih memiliki capaian yang rendah yaitu 69.71 atau di bawah nilai capaian rata rata nasional. Tak hanya itu, capaian Survei Penilaian Integritas di tahun 2022 juga menurun, yaitu 71,09 dari sebelumnya 78,72 di tahun 2021.
"Hal ini tentunya menjadi peringatan bersama, bahwa upaya upaya pencegahan korupsi harus secara masif dilakukan di wilayah Boltim," ujar Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK, Wahyudi, Sabtu (27/5/2023).
Selain itu, KPK juga menyoroti beberapa faktor di Boltim, di antaranya proyek infrastruktur yang belum selesai 100% sampai akhir tahun 2022. Sehingga, ada pemberian kesempatan perpanjangan waktu pelaksanaan, maupun proyek proyek strategis di tahun 2023 terkait proses perencanaan maupun pengadaannya serta rencana pemanfaatannya.