JAKARTA – Dalam sejarah Indonesia, Kahar Muzakkar disebut sebagai pimpinan pemberontakan Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan pada 1950 hingga 1965. Namun, seperti banyak tokoh pada masa itu, Kahar Muzakkar sebelumnya juga turut berjuang dalam upaya merebut kemerdekaaan Indonesia, bahkan dia diketahui pernah menjadi pengawal Presiden Pertama RI, Soekarno.
Lahir dengan nama Achmad Nur Fatoni pada 24 Maret 1920 di Lanipa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kahar adalah seorang putra keluarga bangsawan Bugis.

Akhir Hidup Kahar Muzakkar, Pentolan DI/TII Sulsel Tewas Usai Dikepung Kopassus
Pendidikan Kahar diajalaninya di Sulawesi dan Jawa dengan mengikuti Sekolah Muallimin Muhammadiyah.
Kedatangan Jepang ke Indonesia pada 1942 disambut baik oleh Kahar yang kala itu telah kembali ke Makassar. Bahkan, Kahar kemudian menjadi pegawai Nippon Dohobu sampai konflik antar saudara membuatnya terasing dari Makasar dan pergi ke Solo.
Saat Jepang menyerah pada sekutu, Kahar aktif membentuk barisan pemuda. Kahar memprakarsai lahirnya Gerakan Pemuda Indonesia Sulawesi (Gepis), kemudian bertransformasi menjadi Angkatan Pemuda Indonesia Sulawesi (APIS) yang menjadi bagian dari Angkatan Pemuda Indonesia (API).
Dari barisan pemuda inilah Kahar, mengenyam karier kemiliterannya, sedikit berbeda dengan banyak tokoh militer Indonesia yang merupakan “lulusan” Pembela Tanah Air (PETA), Heiho, Gyugun atau bahkan Tentara Hindia Belanada KNIL.