Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerap Jadi Tahanan Politik, Berikut Lokasi-Lokasi Pengasingan Bung Karno

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 01 Juni 2023 |05:01 WIB
Kerap Jadi Tahanan Politik, Berikut Lokasi-Lokasi Pengasingan Bung Karno
Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. (Foto: GoHolidayBengkulu)
A
A
A

JAKARTA – Sepanjang masa perjuangannya untuk Indonesia, Presiden pertana RI, Soekarno kerap diasingkan karena dianggap sebagai tokoh berbahaya bagi pihak penjajah, terutama pemerintah kolonial Belanda.

Bung Karno pernah menjadi tahanan politik Belanda dan diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama 4 tahun dari 1934, Bung Karno ditahan di sebuah rumah yang terletak di pesisir selatan, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Meski menjadi tahanan, semangat perjuangan Bung Karno tidak hilang. Bahkan, di tempat inilah Bung Karno merumuskan sila-sila bangsa Indonesia, yang menjadi cikal bakal dari Pancasila.

Bung Karno juga pernah ditahan selama 8 bulan di Penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Saat itu beliau ditempatkan di sel selebar 1,5 meter yang kumuh dan gelap.

Pada 1930, Bung Karno diasingkan di Lapas Sukamiskin, Bandung setelah berkonflik dengan putusan Belanda. Selama ditahan di kamar lapas yang berada di blok timur nomor TA1 inilah Bung Karno menulis buku 'Indonesia Menggugat'.

Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pernah menjadi lokasi pengasingan Bung Karno pada 1948. Selama 12 hari Bung Karno diasingkan di rumah seorang perwira Belanda di sana bersama Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir.

Pada 1948, Bung Karno diasingkan Belanda selama 12 hari di Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumetare Utara. Bung Karno diasingkan bersama Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir di rumah bekas perwira Belanda.

Beliau kemudian dipindahkan ke Parapat pada 1949 karena Belanda khawatir akan kedekatan Bung Karno dengan masyarakat Brastagi. Di Parapat,Bung Karno diletakkan di rumah bergaya arsitektur Eropa.

Di tahun yang sama Bung Karno juga diasingkan ke Pulau Bangka, Kota Muntok dan menjalani masa- masa sunyi sebagai tahanan politik.

Sebelumnya, dari 1938-1942, Bung Karno juga pernah diasingkan di Bengkulu. Rumah pengasingannya berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu.

Bung Karno sering diasingkan Belanda lantaran dianggap sebagai tokoh nasionalis yang menentang kekuasannya di Indonesia. Namun, Belanda tetap berhati-hati dalam memperlakukan Sang Putra Fajar karena pengawasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement