Melalui perenungan yang mendalam di taman ini dan di bawah rindang pohon sukun, Bung Karno mendapat ilham bahwa negara ini harus memiliki ideologi yang merangkum berbagai aspek kebangsaan.
Pada tahun 1954, Bung Karno meresmikan "Rumah Museum" di taman tempat ia merenung. Di atas prasasti tertulis, "Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila".
Saat ini, kawasan taman Soekarno merenung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreasi seni dan budaya serta diskusi. Selain menjadi lokasi lahirnya Pancasila, taman juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang tidak boleh dilewatkan.
Taman itu tampak indah dan dipercantik dengan patung Sukarno yang tengah duduk sambil menghadap laut. Patung karya perupa Hanafi ini diresmikan Wapres Boediono tahun 2013. Lokasi patung adalah tempat Soekarno merenungkan Pancasila dulu.
Hanya, pohon sukun yang asli telah lama tumbang, tepatnya tahun 1960. Sedangkan pohon sukun baru sebagai penggantinya adalah pohon sukun yang ditanam oleh Megawati Sukarnoputri, saat menjadi presiden.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.