Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecelakaan Kereta Api Mematikan, Kementerian India Rekomendasikan Badan Detektif Turun Tangan Menyelidiki

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |05:35 WIB
Kecelakaan Kereta Api Mematikan, Kementerian India Rekomendasikan Badan Detektif Turun Tangan Menyelidiki
Kecelakaan kereta api menewaskan 275 orang di India (AFP)
A
A
A

INDIA - Kementerian perkeretaapian India telah merekomendasikan agar badan detektif top negara itu menyelidiki kecelakaan maut yang menewaskan 275 orang itu.

Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw mengumumkan keputusan tersebut tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Investigasi yang dipimpin kereta api telah dimulai dan laporan awal mengatakan kesalahan sinyal menyebabkan kecelakaan itu.

Tabrakan tiga kereta yang terjadi pada Jumat (2/6/2023) malam digambarkan sebagai kecelakaan kereta api terburuk di India abad ini.

Lebih dari 1.000 menderita luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Beberapa keluarga masih mencari orang yang mereka cintai.

Tidak jelas mengapa Dewan Perkeretaapian, badan pembuat keputusan utama kementerian, merekomendasikan penyelidikan terpisah oleh Biro Investigasi Pusat (CBI) ketika penyelidikan lain sudah dimulai.

CBI menyelidiki penyebab kriminal tingkat tinggi, termasuk penipuan keuangan yang serius dan pembunuhan.

Vaishnaw mengatakan pada Minggu (4/6/2023) bahwa "akar penyebab" kecelakaan dan orang-orang yang bertanggung jawab atas "tindakan kriminal" telah diidentifikasi.

Dia menambahkan bahwa "perubahan interlocking elektronik" adalah kemungkinan penyebab kecelakaan itu. Menteri mengimbau masyarakat untuk menunggu laporan akhir.

Dikutip BBC, sebuah laporan oleh Komisaris Keselamatan Kereta Api akan segera dipublikasikan dan akan terungkap penyebabnya.

Sementara itu, pihak perkeretaapian mengatakan pada Minggu (4/6/2023) bahwa mesin dan gerbong Coromandel Express menabrak kereta barang karena kesalahan sinyal dan "perubahan interlocking elektronik".

Dalam persinyalan kereta api, sistem interlocking elektronik menetapkan rute untuk setiap kereta api di area tertentu, memastikan pergerakan kereta api yang aman di sepanjang jalur.

Dampak dari kecelakaan itu melemparkan gerbong Coromandel Express ke jalur ketiga dan mereka menabrak gerbong belakang Bengaluru-Howrah Superfast Express yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Lebih dari 3.000 penumpang diperkirakan berada di dalam dua kereta penumpang tersebut.

Atul Karwal, kepala Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF), mengatakan kekuatan tabrakan itu membuat beberapa gerbong hancur. Tim penyelamat harus memotong reruntuhan untuk mencapai penumpang.

Ratusan ambulans, dokter, perawat, dan personel penyelamat dikirim ke tempat kejadian dan bekerja selama 18 jam untuk menyelamatkan penumpang dan mengeluarkan jenazah.

Pada Minggu (4/6/2023) malam, Vaishnaw mengatakan pergerakan kereta telah dipulihkan di rel kereta api tempat kecelakaan itu terjadi.

Laporan mengatakan beberapa penumpang masih hilang.

Para pemimpin oposisi telah meminta Vaishnaw untuk bertanggung jawab atas tragedi itu dan mengundurkan diri.

Partai Bharatiya Janata yang berkuasa telah menanggapi dengan meminta mereka untuk tidak mempolitisasi kecelakaan tersebut.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement