SEORANG pemuda berinisial RS (18), tewas usai berlatih silat di Jalan Lingkar, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro pada perguruan silat IKSPI Kera Sakti.
RS sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke klinik terdekat usai berlatih pada Sabtu malam 3 Juni 2023. Berikut sejumlah faktanya:
1. Kondisi Terus Memburuk
Karena kondisinya memburuk dan tetap tak sadarkan diri, RS dirujuk ke RSUD Blambangan, pada Minggu dini hari, 4 Juni 2023. Korban sempat dirawat di RSUD Blambangan, namun korban akhirnya meninggal dunia pada Senin 5 Juni 2023.
2. Keluarga Korban Sebut Ada Kejanggalan
Keluarga korban menuntut pertanggungjawaban dari perguruan silat di IKSPI Kera Sakti. Pasalnya, kematian pemuda berinisial RS (18) asal Kelurahan Giri, Banyuwangi ini diduga ada kejanggalan usai latihan silat dan kenaikan sabuk.
Abdul Somad (43) menyatakan, bila pihak keluarga masih sangat terpukul akibat kematian putra semata wayangnya. Maka ia pun menuntut pertanggungjawaban dari pihak perguruan silat.
"Terlepas dengan kejadian kematian anak kami. Kami hanya ingin pertanggungjawaban dari pihak perguruan silat," kata Somad, ditemui di rumahnya pada Selasa siang (6/6/2023).
3. Terdapat Luka Lebam dan Retak Tengkorak
Dari hasil pemeriksaan visum luar, di tubuh RS ada luka lebam di punggung dan bagian dada. Luka juga dijumpai pada bagian kepala usai hasil rontgen keluar.
"Sementara hasil rontgen bagian kepala, terdapat luka retak di bagian tengkorak belakang. Terus salah satu gigi atas anak saya ada yang lepas," kata ayahanda RS, Abdul Somad.
4. Terluka saat Uji Tanding
Menurut Somad, peristiwa meninggalnya anaknya terjadi saat uji tanding dengan salah satu seniornya. Hal ini sebagaimana cerita kronologi dari pelatih dan beberapa rekan sesama pendekar di perguruan silat tersebut ketika melayat. Bahkan pihak perguruan silat itu juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Somad dan keluarg atas insiden meninggalnya RS.
"Saat itu, anak saya melakukan tendangan terus kakinya ditangkis, lalu terkena bantingan. Kemudian anak saya kejang-kejang, saat dibawa ke klinik katanya sudah tidak sadarkan diri," ujar Somad.
Meskipun dianggap insiden kecelakaan, Somad tetap meminta pertanggungjawaban dari perguruan silat. Somad sepenuhnya menyerahkan persoalan ini ke pihak kepolisian.
"Ini bukan problem kecil, sampai merenggut nyawa juga. Kami telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Banyuwangi. Polisi sudah melakukan penanganan dan mendatangi lokasi kejadian," tandasnya.
5. Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, polisi telah menindaklanjuti laporan atas kematian salah satu anggota perguruan silat tersebut.
"Saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Sementara masih 7 saksi yang kami periksa. Baru setelah semua lengkap, kita gelar perkara," ujar Agus.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.