Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Senjata MP5SD, Alat Tempur Kopassus dalam Operasi Woyla yang Dipuji Dunia

Nanda Aria , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |05:13 WIB
Mengenal Senjata MP5SD, Alat Tempur Kopassus dalam Operasi Woyla yang Dipuji Dunia
Ilustrasi/ Doc: Istimewa
A
A
A

 

JAKARTA - Keberhasilan Operasi Woyla menuai banyak pujian dunia internasional. Operasi ini adalah untuk pembebasan para penumpang dan kru Pesawat Garuda DC-9 dengan nomor penerbangan 206 yang disandera kelompok teroris pada 31 Maret 1981 di bandara internasional Don Muang, Bangkok, Thailand.

Kala itu pasukan elite TNI AD Kopassandha (sekarang Kopassus) mampu melumpuhkan kelompok radikal Komando Jihad kurang dari 10 menit saja. Operasi kontra terorisme pertama Indonesia itu dipimpin oleh Asisten Operasi Kopassandha, Letkol Sintong Pandjaitan.

 BACA JUGA:

Namun, di balik aksi heroik para anggota Grup-1 Para Komando yang merupakan cikal bakal Detasemen-81 Gultor Kopassus itu ada senjata canggih buatan Jerman yang turut berperan menyukseskan Operasi Woyla. Sub Machine Gun (SMG) MaschinenPistole (MP) 5 buatan Heckler & Koch, Jerman jelas menorehkan tintas emas bersama aksi heroik prajurit korps baret merah.

Dilansir dari laman indomiliter.com, salah satu kelebihan MP5 adalah kemampuan peredam, guna kepentingan penyerbuan secara senyap. MP5 memiliki dua opsi untuk meredam, pertama dengan peredem terintegrasi dan kedua peredam pada bayonet mount (bayonet lug) yang bisa dibongkar pasang.

 BACA JUGA:

Pada aksi pembebasan Pesawat Garuda itulah Kopassus yang dulu bernama Kopassandha pertama kalinya menjajal kebolehan MP5. Senjata ini dipilih mengingat kebutuhan operasi saat itu perlu dukungan peredam, salah satunya varian MP5SD (Schall Dampfer/peredam suara)-2.

Dalam buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando', Sintong Panjaitan karya Hendro Subroto, disebutkan bahwa menjelang operasi pembebasan ada lima pucuk MP5SD-2 yang diimpor langsung dari Jerman. Pembeliannya saat itu melalui jalur pribadi oleh Letjen Benny Moerdani.

Kala itu, Benny Moerdani selaku Asintel Hankam/Asintel Kopkamtib mendatangkan MP5 lantaran terinspirasi keberhasilan pasukan elite Inggris SAS yang menggunakan MP5 dalam operasi Nimrod pada tahun 1980. Senjata ini juga pernah digunakan pasukan anti-teror Jerman GSG-9 dalam operasi pembebasan pesawat Lufthansa di Mogadishu, Somalia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement