JAKARTA - Ketua Badan Perlindungan Pekeja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengklaim bahwa banyak oknum TNI-Polri dengan sengaja membekingi praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Hal tersebut, Benny katakan saat melepas 120 ribu calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di hotel Peninsula, Jakarta Barat.
Menurutnya, tak hanya aparat. Namun, banyak pula pejabat kementerian, hingga oknum di institusinya sendiri yang terlibat dalam perdagangan orang.
"Di depan Presiden saya ulangi, izin Pak Presiden, sindikat ini dibekingi oknum-oknum yang memiliki atributif-atributif kekuasaan di negara ini," ujar Benny di lokasi, Senin (12/6/2023).
"Jujur, ya ada oknum TNI terlibat, oknum Polri telribat, oknum kementerian terlibat, dan di BP2MI, badan yang saya pimpin terlibat," sambungnya.
Delapan bulan lalu, kata Benny, dirinya bahkan telah memecat satu orang bawahannya yang terlibat dalam membekingi sindikat perdagangan orang tersebut.
"Saya diberi pertimbangan jangan dipecat, saya bilang tetap dipecat sekalipun hanya 1 menit usia pensiunnya," tegasnya.
"Kita ingin menegakkan hukum untuk membuktikan negara ini tidak boleh kalah negara ini harus hadir, kuncinya di situ," pungkasnya.
BACA JUGA:
Diketahui, BP2MI menargetkan akan memberangkatkan total sebanyak 250 ribu PMI pada tahun ini. Di bulan Juli mendatang, akan ada sebanyak 120 ribu orang yang diberangkatkan ke-83 negara untuk mengadu nasib di negeri orang.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.