Dedi menerangkan pimpinan Polri level menengah merupakan posisi yang unik karena memiliki dua peran yaitu pertama sebagai atasan sekaligus sebagai bawahan yang bertanggung jawab kepada pimpinan, kedua pada saat yang sama bertanggung jawab untuk memimpin anggotanya.
“Pada level ini bukan hanya kemampuan teknis yang harus dimiliki, namun juga kemampuan manajerial porsinya semakin besar sesuai tugas dan wewenang jabatannya,” kata Dedi.
Terakhir Dedi pihaknya menggunakan metode Assessment Center sebagai upaya mengidentifikasi kompetensi manajerial personel Polri, dalam hal ini pemimpin Polri pada level menengah. Hasil asesmesmen dapat menjadi dasar pertimbangan SSDM Polri dalam pembinaan karier pamen tersebut.
“Assessment Center dapat menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan dalam pembinaan karier,” tutur Dedi.
Peningkatan Kemampuan Kompetensi Pemimpin Polri pada Tingkat Menengah digelar dua hari, mulai 13 sampai dengan 14 Juni 2023. Tercatat 209 pamen Polri yang telah melaksanakan Assessment Center Jabatan Kapolres Tahun Anggaran 2023 yang terdiri dari peserta Mabes Polri dan polda.
Sebanyak 209 pamen peserta terdiri dari 100 peserta yang mengikuti dengan tatap muka dan 109 peserta uang hadir secara virtual.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.