Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemicu Perang Dunia II, Tragedi yang Tewaskan hingga 60 Juta Orang

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 16 Juni 2023 |05:16 WIB
Pemicu Perang Dunia II, Tragedi yang Tewaskan hingga 60 Juta Orang
Perang Dunia. (Dok Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Perang Dunia II adalah perang terbesar dan paling mematikan dalam sejarah dunia. Perang ini melibatkan lebih dari 30 negara.

Perang Dunia II dipicu invasi Nazi ke Polandia pada 1939. Perang terus berlangsung hingga 6 tahun lamanya sampai Sekutu mengalahkan Nazi Jerman dan Jepang pada 1945.

Perang Dunia II merenggut lebih banyak nyawa dan properti di seluruh dunia daripada perang sebelumnya. Diperkiraan 60-80 juta orang terbunuh. Itu termasuk 6 juta orang Yahudi yang dibunuh di kamp konsentrasi Nazi sebagai bagian dari "Solusi Akhir" Hitler yang kejam atau dikenal sebagai Holocaust.

Sementara korban warga sipil diperkirakan mencapai antara 50-55 juta kematian akibat perang dan militer terdiri 21-25 juta nyawa hilang.

Melansir dari 75th World War II Commemoration, berikut sejarah tercetusnya Perang Dunia II :

Perang Dunia II di Pasifik (1941-1943)

Saat Inggris menghadapi Jerman di Eropa, Amerika Serikat (AS) adalah satu-satunya negara yang mampu memerangi agresi Jepang. Pada akhir 1941, agresi tersebut mencakup perluasan perang yang sedang berlangsung dengan China dan perebutan wilayah kolonial Eropa di Timur Jauh.

Pada 7 Desember 1941, sebanyak 360 pesawat Jepang menyerang markas besar AS. Pangkalan angkatan laut di Pearl Harbor, Hawaii, membuat Amerika benar-benar terkejut dan merenggut nyawa lebih dari 2.300 tentara. Pearl Harbor berfungsi menjadi pangkalan armada dan menyatukan opini publik Amerika yang mendukung memasuki Perang Dunia II. Pada 8 Desember Kongres menyatakan perang terhadap Jepang dengan hanya satu suara berbeda. Jerman dan Blok Poros lainnya segera menyatakan perang terhadap AS.

Setelah serangkaian panjang kemenangan Jepang, Armada Pasifik AS memenangkan Pertempuran Midway pada Juni 1942. Hal ini menjadi titik balik perang. Di Guadalcanal, salah satu Kepulauan Solomon selatan, Sekutu berhasil melawan pasukan Jepang dalam serangkaian pertempuran dari Agustus 1942 hingga Februari 1943, membantu membalikkan keadaan di Pasifik.

Pada pertengahan 1943, angkatan laut Sekutu memulai serangan balik terhadap Jepang. Serangan ini melibatkan serangkaian serangan amfibi di pulau-pulau penting yang dikuasai Jepang di Pasifik. Strategi "lompat pulau" ini berhasil. Pasukan Sekutu bergerak lebih dekat ke tujuan akhir mereka untuk menyerang tanah air Jepang.

Menuju Kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II (1943-45)

Di Afrika Utara, pasukan Inggris dan AS telah mengalahkan Italia dan Jerman pada tahun 1943. Invasi Sekutu ke Sisilia dan Italia menyusul, dan pemerintahan Mussolini jatuh pada Juli 1943, meskipun pertempuran Sekutu melawan Jerman di Italia akan berlanjut hingga 1945.

Pada Blok Timur, serangan balasan Soviet yang diluncurkan pada November 1942 mengakhiri Pertempuran Stalingrad yang berdarah. Mendekati musim dingin bersamaan dengan menipisnya persediaan makanan dan obat-obatan, pasukan Jerman mengakhiri perang dan menyerah pada 31 Januari 1943.

Pada 6 Juni 1944 diperingati sebagai "D-Day” Sekutu memulai invasi besar-besaran ke Eropa. Mereka mendaratkan 156.000 tentara Inggris, Kanada, dan Amerika di pantai Normandia, Perancis. Sebagai tanggapan, Hitler menuangkan semua sisa kekuatan pasukannya ke Eropa Barat, memastikan kekalahan Jerman di timur.

Pasukan Soviet segera maju ke Polandia, Cekoslovakia, Hongaria dan Rumania, sementara Hitler mengumpulkan pasukannya untuk mengusir Amerika dan Inggris kembali dari Jerman dalam Pertempuran Bulge (Desember 1944-Januari 1945), serangan besar terakhir Jerman dalam perang.

Sebuah pengeboman udara intensif pada Februari 1945 mendahului invasi darat Sekutu ke Jerman. Pada saat Jerman secara resmi menyerah pada 8 Mei, pasukan Soviet telah menduduki sebagian besar negara itu. Hitler sudah mati, setelah meninggal karena bunuh diri di bunkernya pada 30 April.

Perang Dunia II Berakhir (1945)

Pada Konferensi Postdam yang dilaksanakan Juli-Agustus 1945, Presiden Amerika Serikat, Harry S Truman, Churchill dan Stalin membahas perang yang sedang berlangsung dengan Jepang serta penyelesaian damai dengan Jerman. Jerman pasca perang akan dibagi menjadi empat zona pendudukan, yang akan dikendalikan Uni Soviet, Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis.

Mengenai masalah masa depan Eropa Timur yang memecah belah, Churchill dan Truman menyetujui Stalin, karena mereka membutuhkan kerja sama Soviet dalam perang melawan Jepang.

Dikembangkan selama operasi rahasia dengan kode nama Proyek Manhattan, bom atom dilepaskan di kota-kota Jepang Hiroshima dan Nagasaki pada awal Agustus. Pada 15 Agustus, pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka akan menerima persyaratan Perjanjian Postdam. Pada 2 September, Jenderal AS Douglas MacArthur menerima pernyataan menyerah resmi Jepang di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement