JAKARTA - Elektabilitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terus mengalami peningkatan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Bahkan dalam survei terbaru, Perindo meraih elektabilitas 4,5 persen.
Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan publikasi survei opini publik terkait dengan persepsi publik atas kebijakan dan kinerja pemerintah, elektabilitas partai dan kandidasi Pilpres 2024 Indonesia Political Opinion (IPO) pada Jumat (16/6/2023).
Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO), Dede Kurnia Syah mengatakan pihaknya memberikan pertanyaan kepada responden apabila hari ini dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu), maka partai politik manakah yang akan dipilih.
BACA JUGA:
PDI Perjuangan (PDIP) menempati posisi pertama dengan elektabilitas 21,5 persen. Menyusul di urutan kedua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan elektabilitas 19,7 persen.
Kemudian diurutan ketiga ada Partai Golongan Karya (Golkar) dengan elektabilitas 9,3 persen. Partai Demokrat berada di urutan keempat dengan elektabilitas 9,2 persen.
Di urutan kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 7,7 persen. keenam ada Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan elektabilitas 7,5 persen.
Kemudian di urutan ketujuh ada Partai Amanat Nasional (PAN) dengan elektabilitas 5,0 persen. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ada di posisi kedelapan dengan elektabilitas 4,8 persen.
BACA JUGA:
Kemudian di urutan kesembilan ada Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dengan elektabilitas 4,5 persen. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di posisi ke-10 dengan elektabilitas 2,1 persen.
Sedangkan partai politik lainnnya memperoleh elektabilitas di bawah satu persen seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Garuda, dan Partai Kebangkitan Nasional.