Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertanda Tragedi, Laut Berubah Merah Iringi Perjalanan Pasukan Kerajaan Sunda ke Majapahit

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 19 Juni 2023 |05:01 WIB
Pertanda Tragedi, Laut Berubah Merah Iringi Perjalanan Pasukan Kerajaan Sunda ke Majapahit
Gajah Mada. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Mereka pun memutuskan untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan Majapahit di bawah komando Gajah Mada, meski secara jumlah jelas kalah telak. Sebelum raja Hayam Wuruk memberikan putusan, Gajah Mada dan pasukannya sudah melakukan penyerangan ke lapangan Bubat dan mengancam raja Sunda Maharaja Linggabuana Wisesa, untuk mengakui kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Demi mempertahankan kehormatan dan harga diri sebagai ksatria Sunda, Maharaja Linggabuana Wisesa menolak tekanan itu. Satu lesatan anak panah, entah busur dari siapa menerjang utusan Gajah Mada hingga terkapar di tanah.

Suasana pun tidak terkendali, perang pun tidak terelakkan lagi. Rombongan pengantin Sunda yang tidak siap berperang menghunus pedang dan merentangkan gendewa untuk menghadapi pasukan Majapahit yang sudah siaga berperang.

Perang yang tak imbang pun pecah antara pasukan Gajah mada dengan pasukan Balamati para pejabat, dan para menteri dari Kerajaan Sunda di lapangan Bubat.

Pasukan Sunda menyerang ke arah selatan, di sana pasukan Majapahit dibuat kocar-kacir. Namun, serangan dari pasukan Sunda itu dipatahkan oleh pasukan Majapahit di bawah komando Arya Sentong, Patih Gowi, Patih Marga Lewis, Patih Teteg, dan Jaran Baya. Para menteri Araraman dan pasukan berkuda berganti menyerang pasukan Sunda.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement