JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua, Gerius One Yoman (GOY) sebagai tersangka. Gerius diduga menerima suap Rp300 juta dari Bos PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka (RL).
suap Rp300 juta itu diberikan karena Gerius telah membantu Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe (LE) memudahkan perusahaan Rijatono Lakka memperoleh proyek infrastruktur di Papua. Gerius dan Lukas diduga kongkalikong memberikan proyek di Papua ke Gerius.
"Tersangka GOY diduga telah menerima sesuatu, hadiah atau janji berupa uang dari tersangka RL sebesar Rp300 juta," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur melalui keterangan resmi KPK, Selasa (20/6/2023)
Asep mengungkap modus jahat Lukas dan Gerius dalam memperoleh dana haram dari proyek di Papua. Lukas dan Gerius diduga secara bersama-sama mengondisikan perusahaan Rijatono Lakka untuk memenangkan proyek-proyek di Papua.
Lukas dan Gerius diduga dengan sengaja memberikan bocoran berupa Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan dokumen persyaratan teknis lelang lainnya, sebelum diumumkan Dinas PU. Bocoran itu memudahkan Rijatono menyiapkan persyaratan lelang.
Asep menyebut, bocoran dari Lukas dan Gerius tersebut membuat persaingan usaha menjadi tidak sehat. Perusahaan-perusahaan lawannya Rijatono Lakka dapat dengan mudah digugurkan pada tahapan evaluasi.
"Dari setiap pekerjaan yang dimenangkan tersangka RL pada Dinas PUPR periode 2019-2021, RL memberikan kepada GOY fee sebesar 1 persen dari nilai kontrak," ujarnya.