JAKARTA - Sekumpulan anak muda dan Gen Z Jakarta yang terdiri atas aktor, influencer, hingga seleb TikTok mengusung ide kreatif untuk mengampanyekan Ganjar Pranowo, Bacapres PDIP.
Langkah ini sebagai bentuk inovasi untuk mendobrak stigma kaus kampanye yang kerap didesain alakadarnya dan tmonoton.
Di sini, para Gen Z tersebut mendesain gambar Ganjar dengan menyerupai tokoh kartun yang keren dan gahar. Mereka menyebut karakter tokoh tersebut dengan nama Greyman.
"Kami anak muda tentu ingin tampil beda. Kebanyakan kaus kampanye itu ya begitu-begitu saja, anak muda Enggak suka. Lalu kami punya ide bagaimana membuat kaus untuk kampanye Pak Ganjar, tapi dengan desain yang menarik. Anak muda banget," kata penggagas Greyman, Jodi, Minggu (25/6/2023).
"Kami ingin berdiplomasi dengan kaus oblong. Mengenalkan Pak Ganjar dengan cara dan media yang menarik," sambungnya.
Tak hanya sekadar membuat kaus, Jodi berharap, Greyman menjadi wadah anak kreatif. Nantinya, ada banyak komunitas yang dilibatkan.
"Ada fashion, skateboard, basket dan banyak komunitas yang digandrungi anak muda zaman sekarang. Ke depan kami akan mengadakan event-event semacam ini bersama anak muda seluruh Indonesia," tuturnya.
Greyman secara resmi dilaunching di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/6/2023). Capres PDIP yang juga karakter tokoh dalam kaus Greyman, Ganjar Pranowo hadir dalam acara itu.
Ganjar mengapresiasi ide kreatif anak-anak muda itu. Di tangan mereka, kaus kampanye bisa didesain menjadi unik dan menarik.
"Kalau anak muda yang design, pasti kreatif. Desainnya menarik dan pas dengan kalangan muda. Ada faktor pembeda yang tak dimiliki yang lain. Ini keren," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, itu bagian kecil dari bukti berapa banyak anak muda kreatif yang ada di Indonesia. Karena itu, peran pemerintah sangat penting untuk memfasilitasi dan mendorong itu.
"Maka creative hub mesti kita perbanyak agar ide dan kreativitas anak muda itu bisa tersalurkan. Dengan begitu, akan muncul ekonomi baru dan tentu akan berdampak pada ekonomi kita," jelasnya.
"Internet kecepatan tinggi juga harus tersedia, termasuk pelatihan dan pendampingan. Kalau semua itu sudah diwujudkan, maka mereka yang punya bakat dasar bagus bisa dikembangkan lebih cepat," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.