Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Taat Beragama, Raja Galuh Pilih Bertapa Tinggalkan Kekuasaan dan Istrinya

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 28 Juni 2023 |09:30 WIB
 Taat Beragama, Raja Galuh Pilih Bertapa Tinggalkan Kekuasaan dan Istrinya
Illustrasi (foto: dok wikipedia)
A
A
A

Premana Dikusuma menerima kedudukan sebagai raja Galuh karena terpaksa oleh keadaan. Ia tidak berani menolak permintaan Sanjaya yang dikenal mempunyai sifat mirip Purnawarman, yaitu sangat baik hati terhadap raja bawahan yang setia kepadanya, tetapi tak mengenal ampun terhadap musuh - musuhnya. Penolakan dari Sempakwaja dan Demunawan masih mungkin diterima oleh Sanjaya karena mereka terhitung tokoh-tokoh angkatan tua yang harus dihormatinya.

Lain halnya dengan Premana Dikusuma yang terhitung kemenakan Sanjaya. Kedudukannya menjadi serba sulit. Galuh menjadi bawahan Sunda, dan ia sebagai rajanya harus tunduk kepada Sanjaya yang telah membunuh kakeknya. Kemelut itulah yang membuat Premana Dikusuma, sebagai seorang raja resi yang sejak muda senang bertapa lebih betah tinggal di pertapaannya.

Ia memaklumi pula taktik Sanjaya yang mengatur perkawinannya dengan Pangrenyep. Sebab ia seorang raja yang alim yang tidak menghiraukan wanita cantik sebagai bunga keraton. Maka ia meninggalkan Keraton Galuh untuk bermukim di pertapaan dekat perbatasan Sunda di sebelah timur Citarum.

Urusan pemerintahan diserahkannya kepada Tamperan patih Galuh yang sekaligus menjadi "mata dan telinga" Sanjaya. Tamperan mewarisi watak buyutnya, Mandiminyak. Sementara itu, Pangrenyep sebagai pengantin baru yang berusia 19 tahun waktu itu ditinggal begitu saja oleh suaminya bertapa meninggalkannya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement