Mereka juga mengatakan insiden serupa terjadi di perusahaan lain di daerah tersebut.
"Kami telah menyimpulkan bahwa tindakan merendahkan dan mempermalukan telah berlangsung lama. Saya ingin memperingatkan majikan mana pun bahwa keadilan akan segera diberikan kepada semua korban mereka," kata Kepala polisi setempat Philip Mwania.
Para pegiat mengatakan bahwa periode mempermalukan adalah masalah besar di Kenya.
Pada Februari lalu, Senator Orwoba diperintahkan untuk meninggalkan parlemen karena noda darah di celananya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.