“Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah aturan saat ini baik atau apakah ada alasan untuk mempertimbangkannya kembali,” kata Strommer sebagaimana dilansir dari The National News.
Dia mengatakan Swedia telah menjadi "target prioritas" untuk serangan teroris.
“Kita dapat melihat bahwa pembakaran Alquran minggu lalu telah menimbulkan ancaman terhadap keamanan internal kita,” kata Strommer.
Insiden itu juga merusak upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO, dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya tidak dapat meratifikasi permohonan tersebut sebelum pembakaran Alquran dihentikan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.