Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah PKI Blitar Selatan Diberangus Pakai Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |07:15 WIB
Kisah PKI Blitar Selatan Diberangus Pakai Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya
Kolonel Inf Witarmin (Foto: Repro/Solichan Arif)
A
A
A

BLITAR - Sejumlah daerah didirikan Comite Proyek (Compro) sebagai basis gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Blitar Selatan sebagai pusat gerakan. Gerakan tersebut terendus Kodam VIII Brawijaya.

Operasi Trisula Blitar Selatan yang dipimpin Kolonel Infantri Witarmin, sontak digelar. "Jalan apapun yang ditempuh oleh gerombolan PKI tidak akan menolong dari kehancurannya," kata Kolonel Infantri Witarmin dalam buku Operasi Trisula Kodam VIII/Brawidjaja.

Kegiatan PKI di Blitar Selatan digerakkan tiga kelompok. Politbiro Central Comite PKI, Comite Daerah Besar (Provinsi Jatim) dan Comite Proyek (Compro). Dipilihnya Blitar Selatan menurut Mayjen Soebijakto karena daerah tersebut tempat terisolasi.

Mereka membuat gerakan tersebut berawal ketika pada 21 Juli 1968, Oloan Hutapea tewas. Mayat salah satu dedengkot PKI itu ditemukan di tebing bebatuan kawasan Gunung Asem, Panggungrejo, Blitar Selatan, Jawa Timur dengan kondisi mengenaskan.

Kepalanya terluka parah akibat timpukan batu. Oloan Hutapea adalah salah satu pimpinan Comite Central (CC) PKI yang diburu. Pasca meletusnya peristiwa 30 September 1965, ia berhasil lolos dari operasi pembersihan. Dari ibukota menyelinap ke wilayah Blitar Selatan.

Bersama pimpinan partai yang selamat, Oloan berupaya merekatkan kembali kekuatan partai. Hasil rapat Politbiro CC PKI April 1967, Oloan Hutapea ditunjuk sebagai Ketua Departemen Organisasi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement