Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jawab Nyinyiran Pembelian Pesawat Bekas, Prabowo: Untuk Biasakan Penerbang Kita dengan Teknologi Prancis

Riana Rizkia , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |17:08 WIB
Jawab Nyinyiran Pembelian Pesawat Bekas, Prabowo: Untuk Biasakan Penerbang Kita dengan Teknologi Prancis
Prabowo Subianto (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku, banyak pihak yang nyinyir dan membicarakannya setelah membeli pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar.

"Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah yaa mau macem-macem, menilai bahwa diomongin pesawat bekas pesawat bekas," kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Namun, Prabowo mengatakan, pemerintah terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak.

"Ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru," katanya.

Salah satu alasannya, karena Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan udara. Terlebih, banyak pesawat tempur yang sudah tua serta membutuhkan proses pembaruan dengan waktu yang lama.

Prabowo pun menjelaskan bahwa pesawat tempur Mirage 2000-5 memiliki sistem yang hampir setingkat dengan Pesawat Rafale, terlebih keduanya merupakan produksi Dassault Aviation Prancis.

"Iya saya sudah jawab pada kesempatan-kesempatan yang lain, jadi Rafale pesawat teknologi Prancis generasi 4 setengah ya. Kita sudah pesan dan yang pertama akan datang itu 36 bulan lagi, yang pertama," katanya.

"Dan saya dikasih penjelasan karena memang banyak sistemnya itu sebetulnya menuju ke tingkat Rafale. Jadi itu kita pakai, satu untuk kekuatan ditern, untuk interim, sekaligus untuk membiasakan penerbang-penerbang kita dengan teknologi Prancis," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement