Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Kekuasaan Sanjaya di Kerajaan Mataram Dikudeta

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 08 Juli 2023 |06:12 WIB
Ketika Kekuasaan Sanjaya di Kerajaan Mataram Dikudeta
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
A
A
A

KERAJAAN Mataram kuno mulai berkembang dan mengalami kemajuan sesaat setelah didirikan oleh Sanjaya. Kisah pendirian Mataram kuno yang beribu kota di Medang oleh Sanjaya terekam pada sebuah prasasti bernama Mantyasih yang dikeluarkan oleh Dyah Balitung.

Konon selama menjadi penguasa di Medang Sanjaya memakai gelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, dan berhasil membawa Medang mengalami kemajuan. Sektor pertanian menjadi perhatian sang raja menyejahterakan rakyatnya.

Di bidang agama, Sanjaya mengembangkan agama Hindu aliran Siwa. Namun Sanjaya lupa akan satu hal ketika mulai kerajaannya berkembang, yakni memperhatikan sektor pertahanan negara yang kurang. Hal ini pula sebagaimana dikisahkan "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita" membuat tahta Sanjaya digulingkan oleh Dyah Pancapana Rakai Panangkaran pada tahun 760.

Sosok Rakai Panangkaran sendiri ternyata diketahui memiliki latarbelakang agama beda dengan Sanjaya. Ia lebih memeluk agama Buddha. Sosoknya juga disebut sejarawan Slamet Muljana bukanlah putra Sanjaya.

Pasalnya dalam Prasasti Mantyasih nama Sanjaya bergelar Sang Ratu, sedangkan Rakai Panangkaran bergelar Sri Maharaja. Perbedaan gelar yang signifikan ini pun membantah pernyataan mengenai Sanjaya yang merupakan ayah dari Rakai Panangkaran. Maka Slamet Muljana menyebut, Rakai Panangkaran sebagai raja Medang atau Mataram kuno kedua pasca pemerintahan Sanjaya.

Perihal pendapat Slamet Muljana apakah Rakai Panangkaran merupakan bawahan Sanjaya atau bukan, pun juga tidak disebutkan. Ia hanya menjelaskan, bahwa Dyah Pancapana, nama kecil Rakai Panangkaran telah melakukan serangan terhadap Ratu Sanjaya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement