TURKI - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakhiri lawatan ke negara-negara Teluk yang bertujuan mengamankan sejumlah investasi dengan menandatangani perjanjian investasi bernilai lebih dari USD50 miliar (Rp749 triliun) di Uni Emirat Arab (UEA).
Media pemerintah UEA pada Rabu (19/7/2023) melaporkan lawatannya itu, yang juga mencakup kunjungan ke Qatar dan Arab Saudi, menjadi saksi keberhasilan Erdogan untuk mengamankan sejumlah investasi yang menguntungkan guna mendorong perekonomian Turki yang tengah bermasalah.
Dikutip VOA, pada Rabu (19/7/2023), Erdogan terbang menuju UEA dari Qatar di mana ia bertemu dengan pemimpin negara itu Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.
Seperti diketahui, Turki sedang berjuang melawan ambruknya nilai mata uang mereka dan inflasi tinggi yang telah menghancurkan perekonomian negara tersebut.
Ankara baru-baru ini memperbaiki hubungan dengan negara-negara Teluk termasuk dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi setelah terjadi persaingan selama bertahun-tahun menyusul gerakan Arab Spring yang muncul pada 2011.
Dukungan Turki untuk organisasi yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin pada masa awal gerakan tersebut telah memicu perpecahan dengan negara-negara Teluk, yang menilai gerakan itu sebagai kelompok teroris.