JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya dugaan siasat licik oknum petugas survey atau surveyor terkait ekspor jutaan ore nikel ke Tiongkok. KPK menyebut ada titik kelemahan pengawasan soal laporan surveyor dalam ekspor tambang ke luar negeri.
"Saya bilangnya bukan modus baru, tapi memang titik lemah kita selama ini soal laporan surveyor. Kita percaya bahwa surveyor itu profesional," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan saat dikonfirmasi, Kamis (20/7/2023).
Pahala mengungkap faktor kelemahan pengawasan terhadap surveyor terkait pengeksporan tambang dari Indonesia ke luar negeri. Salah satunya, soal laporan ekspor tambang yang dikirim ke luar negeri.
"Misal, kalau batubaranya 3.000 kalori ditulis 3.000 misalnya begitu. Kuantitas beton 3.000 kalorinya, kita kan percaya surveyor itu profesional. Nah itu rasanya mesti kita lihat lagi sekarang. Makanya kita, satu cerita nikel soal hs code tapi lihatnya ke laporan surveyor," ujar Pahala.
"Kalau yang di batu bara kita bilang laporan surveyornya masukin ke sistem, jadi jangan ngetik di luar trus diupload, jangan. Masuk ke dalam aja supaya kita tahu kalau entar disana enggak benar ini kan langsung di sini ketahuan, enggak ada pemalsuan," imbuhnya.