Sebelumnya, pihak keluarga R, korban mutilasi di Sleman, membantah tuduhan bahwa R adalah penyuka sesama jenis.
Paman korban, Madjid, mengatakan, korban R merupakan anak yang sangat cerdas dan juga taat agama. Bahkan korban mengikuti seluruh kegiatan keagamaan di sekolah baik SMA maupun di Universitas.
"Jadi tidak mungkin bahwa korban ini terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan penyuka sesama jenis atau LGBT," ujad Madjid.
Oleh karena itu, pihak keluarga memilih membiarkan isu bahwa R adalah penyuka sesama jenis atau LGBT. Pihak keluarga juga berharap kedua pelaku mutilasi dihukum seberat-seberatnya.
“Kita juga sedang fokus ingin membawa jasad korban tersebut, dikarenakan terbenturnya biaya,“ kata Madjid.
(Fahmi Firdaus )