Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soekarno, Koesno Kecil yang Diganti Namanya Karena Kerap Sakit-sakitan

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 27 Juli 2023 |06:02 WIB
 Soekarno, Koesno Kecil yang Diganti Namanya Karena Kerap Sakit-sakitan
Presiden pertama RI, Soekarno (foto: dok wikipedia)
A
A
A

KOESNO, nama Soekarno pada saat kecil. Bung Karno saat usai enam bulan kerap terserang penyakit. Dalam kondisi kritis, Sang Proklamator RI tersebut dibawa keluarganya ke Ploso, Jombang. Beruntung ada Denmas Mendung yang mengobatinya hingga sembuh.

Raden Soekeni dan istrinya Ida Ayu begitu sedih mengetahui putranya, Koesno, sakit-sakitan. Beruntung, Soekeni ingat ada orang pintar bernama Denmas Mendung yang suka mengobati orang sakit. Tanpa pikir panjang, Soekeni diantar tetangganya naik dokar mendatangi orang pintar di Kedungpring, Kabuh, berjarak sekitar empat kilometer dari kediaman mereka.

Tapi, Denmas Mendung bersedia mengobati Koesno dengan syarat jika sembuh yang bersangkutan akan dijadikan anak angkat. Namanya juga akan diganti karena nama Koesno terlalu berat bagi sang bayi. Soekeni saat itu menunggu di luar. Yang membawa masuk Koesno ke orang pintar adalah tetangganya.

Setelah diberi tahu permintaan orang pintar tadi, Soekeni menyetujui karena tidak ada pilihan. Yang ada dalam pikirannya bagaimana anaknya cepat sembuh.

Singkat cerita, Koesno akhirnya sembuh setelah diobati. Betapa senangnya Soekeni dan Ida Ayu melihat putra mereka sembuh. Namun, Ida Ayu penasaran dengan orang pintar yang memakai nama samaran Denmas Mendung karena tidak mau menerima imbalan apa pun dari pasiennya.

Ida Ayu pun mendesak suaminya, Soekeni, agar dipertemukan dengan Denmas Mendung untuk sekadar mengucapkan terima kasih. Tapi, Soekeni terus berkelit. Sampai akhirnya Soekeni tidak bisa mengelak memenuhi permintaan istrinya.

Akhirnya, mereka berdua naik andong menuju kediaman orang pintar. Sedangkan Koesno kecil dan kakaknya Karsinah yang kemudian berganti nama Soekarmini atau di Blitar biasa dipanggil Bu Wardoyo dititipkan ke tetangga.

Tapi, rumah Denmas Mendung tertutup. Saat diketuk si empunya tak juga keluar. Penasaran, Ida Ayu mengintip di lubang kunci. Ternyata tuan rumah ada di dalam. Setengah berteriak Ida Ayu mengancam mendobrak rumah jika si empunya rumah tak keluar. Akhirnya pintu rumah dibuka. Alangkah terkejutnya mereka berdua mengetahui bahwa yang menyamar Denmas Mendung adalah RM Soemosewojo yang tak lain adik sepupu Soekeni.

Soemosewojo adalah orang yang diutus Soekeni untuk melamar Ida Ayu di Buleleng, Bali. Mereka pun berpelukan saling melepas kangen. Tak lama setelah pertemuan mengharukan itu, Soekeni, Ida Ayu, serta dua anaknya diajak sowan ke Ndalem Pojok di Wates, Kediri. Mereka naik kereta api hingga ke Wates dilanjutkan naik dokar ke Dusun Krapak, Desa Wates, Kediri.

Keluarga Soekeni disambut antusias RM Panji Soemosewojo yang merupakan ayah kandung RM Soemosewojo. Dalam pertemuan itu, Eyang Panji, sapaan RM Panji Soemosewojo, menyarankan agar Soekeni menitipkan Koesno yang kelak diganti namanya menjadi Soekarno di Ndalem Pojok.

Apalagi, Koesno baru sembuh dan membutuhkan pemulihan kondisi tubuh. Lingkungan dan udara di Wates cukup bersih karena berada di kaki Gunung Kelud sangat baik untuk Koesno.

Soemosewojo, ayah angkat Bung Karno, begitu setia menemani. Bahkan saat Bung Karno ditangkap dan diadili sampai Bung Karno melakukan pembelaan yang terkenal 'Indonesia Menggugat', Soemosewojo ikut hadir di persidangan. Sebelum Bung Karno dibuang ke Ende, Soemosewojo meninggal dunia.

Kembali ke Ndalem Pojok, Suratmi setuju dijadikan cagar budaya seperti yang diusulkan banyak orang. Sebab, Ndalem Pojok terkait perjalanan sejarah Indonesia dan para tokohnya. Termasuk kiprah Bung Karno dalam memproklamirkan Republik Indonesia.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement