“Jadi saya sebagai sejarawan ditugasi untuk menguji verifikasi kerja-kerja tim tadi dan dari kesimpulannya itu sudah sesuai dengan fakta-fakta historia dan metode sejarah yang sesungguhnya. Nah dari semua prosedur penelitian fakta yang dihadirkan, kesimpulan yang saya ambil sebagai sejarawan yaitu dengan riset yang sangat akurat, sangat bagus, dan data-datanya cukup meyakinkan serta relevan dengan objek atau benda yang dimaksud,” jelasnya.
Margana menjelaskan jika ada kontroversi mengenai keris Diponegoro tersebut karena bentuk pakemnya bukan berupa Nogo Siluman, tapi lebih terlihat seperti Nogo Sosro atau Nogo Rojo. Bahkan sebelum Margana datang ke Belanda, sudah didatangkan dua ahli keris yang terkenal di Indonesia untuk memverifikasi keris tersebut. Namun kedua ahli keris ini memiliki pendapat yang berbeda dan tidak bisa memastikan keris itu secara benar.
“Nah kalau seorang sejarawan yang diukur ya fakta-fakta yang dihadirkan dan metode yang dipakai. Nah menurut saya metodenya sudah dilalui dengan sangat baik dan kesimpulannya itu sesuai dengan objek yang ada disana,” tambahnya.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.