Dalam atmosfer seperti itulah, Udin, kini usianya 82 tahun lebih, direkrut sebagai anggota pertahanan sipil dan disebutkan 'berperan' dalam pembunuhan massal di perbukitan angker itu. Dia bahkan lulus rekrutmen menjadi 'algojo'.
Dokumen internal militer di Aceh menyebut orang-orang yang dibantai di wilayah Sigli dan sekitarnya berjumlah 314 orang. Adapun secara keseluruhan korban di Aceh mencapai 1.424 jiwa, menurut dokumen itu.
Namun angka versi militer ini jauh lebih sedikit dari perkiraan para peneliti dan pegiat HAM. Diperkirakan 3.000 hingga 10.000 telah dibantai dalam kurun waktu 1965-1966 di Aceh.
Penelitian sejarawan Australia, Jess Melvin, yang kemudian dibukukan pada 2018 lalu berjudul The Army and The Indonesian Genocide-Mechanics of Mass Murder, buku edisi bahasa Indonesia diterbitkan pada 15 Februari 2022 dengan judul ‘Berkas Genosida Indonesia-Mekanisme Pembunuhan Massal 1965-1966’, memperkirakan jumlahnya kemungkinan mencapai 10.000 jiwa.
Pada tahun-tahun gelap itu, di Kota Sigli dan sekitarnya, ratusan orang-orang yang dituduh PKI ditangkap dan digelandang ke sebuah penjara di kota itu.