Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jawab Tuduhan Rusia, Militer Ukraina Akui Serang Jembatan Krimea Tewaskan 2 Orang

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2023 |10:49 WIB
Jawab Tuduhan Rusia, Militer Ukraina Akui Serang Jembatan Krimea Tewaskan 2 Orang
Ukraina akui serang jembatan Krimea tewaskan 2 orang (Foto: AFP)
A
A
A

UKRAINAKyiv telah mengkonfirmasi jika militer Ukraina melancarkan serangan ke jembatan Rusia di atas Selat Kerch pada Juli lalu.

Serangan pada rute strategis penting yang menghubungkan Rusia dengan Krimea membuat Moskow membatasi jalur kapal dan penerbangan di atas Selat.

Dikutip BBC, insiden yang terjadi pada 17 Juli itu menandai kedua kalinya bangunan itu dihantam. Rusia mengatakan drone berbasis laut digunakan dalam serangan itu, yang menyebabkan dua orang tewas.

Pejabat Kyiv mengaku bertanggung jawab atas kerusakan jembatan pada Kamis (3/8/2023), menyusul periode ambiguitas.

Seperti diketahui, jembatan itu adalah rute pasokan ulang yang penting bagi pasukan Rusia yang menduduki bagian selatan Ukraina. Ini adalah salah satu cara utama Moskow memperkuat pasukannya di semenanjung Krimea - wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014 - dan wilayah selatan Kherson.

Pada Juli lalu, Moskow menyalahkan Ukraina atas apa yang disebutnya serangan "tidak masuk akal" dan "kejam" dan bersumpah untuk membalas.

Tetapi pada Kamis (3/8/2023), salah satu pejabat keamanan paling senior Ukraina tampaknya mencemooh gagasan bahwa Rusia memiliki jembatan di bawah perlindungan ketat.

Menggambarkan jembatan itu sebagai salah satu dari banyak fasilitas Rusia yang dianggap "tak tersentuh", Oleksiy Danilov mengatakan Ukraina menempatkan klaim itu "di tempatnya".

Danilov mengatakan Ukraina telah menunjukkan bahwa mereka lebih dari mampu menembus pertahanan Rusia.

Kata-katanya datang saat Kyiv berusaha untuk mempercepat serangan balasannya yang bertujuan untuk merebut kembali wilayah di selatan dan timur Ukraina. Setiap serangan yang memaksa Rusia untuk membatasi lalu lintas yang datang melalui jembatan akan semakin memperumit tantangan logistik Moskow.

Serangan pada Juli adalah insiden besar kedua di jembatan Rusia di atas Selat Kerch dalam satu tahun terakhir. Itu ditutup sebagian setelah ledakan besar Oktober lalu, dan kemudian dibuka kembali sepenuhnya pada Februari lalu.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement