Altaf lalu pergi untuk menjual HP tersebut. Uang hasil penjualan itu diberikan kepada Sunarsih untuk membayar sisa kosan.
“Begitu dia keluar sore jam 4-an itu dia kasih uangnya Rp1,2 juta,” ujarnya.
Sunarsih juga mengaku kaget ketika mendengar kasus tersebut. Ia tak menyangka Altaf yang dikenalnya pendiam nekat membunuh seseorang.
“Ibu enggak punya rasa curiga kalau dia sampai segitu nekatnya. Kaget. anak pendiam gitu enggak nyangka sampai segitu nekatnya,” tuturnya.
Diketahui, Altaf pun sudah tinggal sejak 2022.
Guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan pihak kepolisian, kini kontrakan Altaf diminta dikosongkan untuk sementara waktu.
(Erha Aprili Ramadhoni)