JAKARTA - Anggota Komisi Yudisial (KY), Joko Sasmito, menerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama. Penghargaan itu diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/8/2023).
Mengutip situs komisiyudisial.go.id, Senin (14/8/2023), Joko Sasmito lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 12 Mei 1957.
Tamat dari STM Pembangunan Negeri Surabaya pada 1979, Joko Sasmito bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam rentang tahun 1980-1985, sebagai Komandan Regu Batalyon Infanteri 512 Malang, ia terlibat dalam Operasi Timor-Timur.
Ayah dua orang puteri ini kemudian berkesempatan meraih gelar Sarjana Hukum di Perguruan Tinggi Hukum Militer Hukum pada 1994. Kemudian pada 2000, ia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Airlangga jurusan Ilmu Hukum.
Suami dari Titik Wahjuningsih ini kemudian menjadi Kataud Mahkamah Militer III-13 Madiun pada 2000. Pada tahun itu pula, ia menjadi hakim militer di instansi yang sama.
Amandemen UUD 1945 membawa perubahan mendasar mengenai penyelengaraan kekuasaan kehakiman, yang diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Konsekuensi dari perubahan ini adalah pengalihan organisasi, administrasi, dan finansial badan peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI).
Sebelumnya, pembinaan Peradilan Militer berada di bawah Markas Besar TNI. Terhitung sejak 1 September 2004, maka organisasi, administrasi, dan finansial Peradilan Militer dialihkan ke MA RI.