Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Heroik Kurir Berita Kemerdekaan, Gunakan Sandi Kelabui Belanda

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2023 |05:36 WIB
Kisah Heroik Kurir Berita Kemerdekaan, Gunakan Sandi Kelabui Belanda
Para kurir pembawa berita kemerdekaan punya peran penting usai Proklamasi 17 Agustus 1945. (Foto: Ilustrasi/Dok Ist)
A
A
A

KEMERDEKAAN Indonesia pada 17 Agustus 1945 tak lepas dari jasa para pengirim berita. Apalagi ketika Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan Soekarno-Hatta di Pegangsaan Timur Jakarta baru berusia dua bulan.

Kala itu, teks proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno hanya bisa menjangkau sebagian kecil wilayah Indonesia, yaitu wilayah yang kebetulan memiliki radio dan dapat menangkap siaran berita dari RRI.

Pada masa itu, menjadi kurir bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bisa pintar mengelabui para pasukan Belanda agar tak ditangkap.

 BACA JUGA:

Hal itu juga yang dirasakan oleh Sholeh. Kala itu, ia harus memberikan kabar kemerdekaan dengan sandi-sandi khusus agar tak diketahui pasukan Belanda.

Ia pun bertugas menyampaikan kepada siapa saja orang yang ditemuinya. Melansir dari Historia, Sholeh pernah diberi mandat oleh orang yang tidak dikenal untuk menyerahkan surat pada orang dengan lengan baju terangkat di Purwakarta.

Saat itu lokasinya bisa dibilang lumayan jauh, sehingga ia membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke sana. Ia bahkan harus melewati hutan untuk sampai ke perkampungan yang dituju.

Sesampainya di sana pun, saat bertemu orang yang dimaksud, masih ada kata sandi yang harus diucapkan. Hal ini membuktikan bahwa keadaan zaman dulu begitu sulit meskipun hanya mengirim pesan atau barang.

BACA JUGA:

Melihat Kediaman Tadashi Maeda Lokasi Soekarno-Hatta Lahirkan Teks Proklamasi 

Selain sholeh, untuk menyebarluaskan kabar kemerdekaan, Kepala Kepolisian Negara di bawah Kementerian Dalam Negeri yang saat itu dijabat oleh Komisaris Jenderal Pol. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo diutus mencari pemuda yang mau dikirim ke pelosok Indonesia yang bertugas sebagai kurir penyebar berita Proklamasi kemerdekaan.

Pemerintah menganggap masyarakat yang tinggal di pelosok dusun, di pinggir hutan, di kaki gunung, dan di seberang lautan banyak belum mengetahui Indonesia sudah merdeka

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement