TEROR kembali terus dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dalam momen memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kelompok tersebut masuk melakukan penembakan dan membakar tower milik Telkomsel yang ada di Ilaga Kabupaten Puncak.
Selain membakar tower, KKB juga merusak dua unit rumah warga di kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa 15 Agustus. Berikut sejumlah faktanya:
1. Kejadian saat Aparat Gladi Resik HUT Ke-78 RI
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16.20 WIT di mana pada saat itu TNI-Polri dan tim Paskibraka kabupaten puncak sedang melakukan gladi resik dalam rangka persiapan upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 Tahun.
Tak sampai di situ, tim gabungan Operasi Damai Cartenz mendapat laporan bahwa ada sejumlah masyarakat yang terpantau di area sekitar tower telkomsel membawa jerigen berisi minyak, selanjutnya melakukan aksi pembakaran tower, dan merusak dua unit rumah yang berdekatan dengan tower tersebut.
2. KKB Baku Tembak dengan Aparat
Danramil Ilaga Mayor Infantri Indra Surya bahwa kejadian penembakan dan pembakaran tower dan juga rumah warga diduga dilakukan oleh KKB kelompok Numbuk Talenggeng.
Ia mengaku sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata.
"Dari TNI sendiri telah berusaha semaksimal mungkin sehingga tidak terjadi kontak tembak dari TNI, namun TNI pun mengeluarkan tembakan dengan maksud agar kelompok separatis bersenjata dapat meninggalkan Ilaga, sehinga tidak terjadi hal hal yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," katanya.
3. KKB Ganggu Anggota Paskibra
Teroris KKB mengganggu anggota Paskibra saat sedang latihan di lapangan Trikora Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benni Prabowo mengatakan, saat dilaksanakannya latihan di lapangan Trikora Ilaga, terdengar bunyi tembakan yang diduga dilakukan KKB.
"Sesaat setelah terdengar bunyi tembakan, anggota Paskibra yang sedang latihan dalam rangka pengibaran dan penurunan bendera HUT ke-78 RI langsung mengamankan diri ke Polres Puncak di Ilaga," jelas Kombes Benni di Jayapura.
Aparat keamanan TNI-Polri yang berada di sekitar lokasi langsung membalas tembakan ke arah sumber tersebut. Setelah situasi aman, personel Polres Puncak kembali ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan pengecekan terhadap bekas tembakan ditemukan lubang pada dinding panggung lapangan Trikora.
4. Aparat Gabungan Berhasil Kuasai Markas KKB di Puncak
Tim Dansatgas Pamtas Mobile Yonif Raider 300/BJW melancarkan tembakan balasan dan memulai upaya pengejaran. Melalui drone, keberadaan dua orang dengan senjata panjang berhasil terdeteksi.
Selain itu, aparat gabungan TNI-Polri di Ilaga juga turut terlibat dalam pengejaran dan penanganan situasi. Kelompok KKB yang diduga melarikan diri kemudian dilacak ke berbagai titik.
"Aparat berhasil menguasai markas kelompok KKB Numbuk Talenggen, mengamankan sejumlah barang bukti," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.
Barang bukti penting berhasil diamankan di antara 7 handphone genggam dari berbagai merk, kamera Canon EOS 1300D, pisau kecil, serta sebuah busur panah beserta 8 anak panah
5. Rebut Markas KKB Kelompok Numbuk Telenggen, 3 Teroris Tertembak
Pasukan elite TNI-Polri berhasil merebut markas KKB Papua pimpinan Numbuk Telenggen di Gome, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan.
"Memang benar saat ini markas KKB di Gome sudah dikuasai TNI/Polri dan berbagai barang bukti diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri.
Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa dari anggota TNI/Polri. Namun, kata Kapolda, dilaporkan ada tiga anggota KKB yang terluka tembak dan berhasil melarikan diri ke hutan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.