"Empat, muatan kapal, yakni pengelolaan muatan kapal pelayaran rakyat dan pelayaran perintis secara online untuk mencegah idle capacity saat kapal berlayar," katanya.
Kelima adalah industri perkapalan, yakni fokus membangun kapal-kapal untuk memasang sarana - prasarana navigasi, kapal-kapal tunda (tug boat) di pelabuhan; kapal-kapal penumpang, angkut dan pelayaran dengan jaminan ketersediaan bahan baku dan komponen kapal dan industri lainnya.
Terakhir, adalah integrasi dengan ASEAN connectivity dan sinkronisasi dengan China's BRI.
"Memperkuat Integrasi dengan negara-negara ASEAN dan China Belt and Road Initiative untuk memastikan Indonesia memperoleh nilai tambah ekonomi yang optimal dari jalur perdagangan internasional. Jadi adanya Selat Sunda, selat selat kita itu semoga bisa menghasilan dana untuk negara dan untuk mensejahterakan rakyat," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)