Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keris Puputan Klungkung, Senjata Legendaris Asal Bali yang Segera Dikembalikan Belanda ke Tanah Air

Diana Aslamiyyah , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2023 |16:24 WIB
Keris Puputan Klungkung, Senjata Legendaris Asal Bali yang Segera Dikembalikan Belanda ke Tanah Air
Keris Puputan Klungkung segera dikembalikan oleh Belanda ke Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Dok Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Belanda mulai mengembalikan ratusan benda-benda bersejarah milik Indonesia. Salah satu benda bersejarah itu adalah Keris Puputan Klungkung.

Keris Klungkung sendiri memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Benda ini menjadi saksi bisu pertempuran Kerajaan Klungkung melawan kolonialisme pada tahun 1908. Akibat peperangan itu, Raja serta pengikutnya tewas. Berakhirnya peperangan ini, maka berakhir pula ekspedisi yang dilakukan oleh KNIL sejak tahun 1846 di Bali.

Paska peperangan, ada banyak benda-benda pusaka yang dirampas oleh pihak penjajah, salah satunya Keris Puputan Klungkung. Keris ini kemudian menjadi salah satu koleksi Museum Etnologi Belanda pada tahun 1956.

 BACA JUGA:

Adapun ciri-ciri dari keris ini yaitu bermaterialkan logam besi, nikel, kayu, batu permata, emas, dan gading dengan ukuran panjang 67,5 cm, panjang bilah 54 cm, panjang gagang 13,5 cm, serta panjang warangka (sarung keris) 54 cm.

Pamor keris ini dapat dilihat melalui bilahnya yang bergelombang. Proses penempaan besi dan logam yang mengandung nikel juga menjadikan keris ini memiliki pola berwarna abu-abu. Tak hanya itu keris ini juga dihiasi oleh batu mulia, yakni enam buah pada bilah dan gagang serta 24 buah pada gagangnya.

 BACA JUGA:

Dilansir dari laman resmi pemerintah Kabupaten Klungkung, sebelum pengembalian Keris Puputan Klungkung, Puri Agung Klungkung telah terlebih dahulu menerima hibah senjata pusaka dari yayasan yang berbasis di Belanda, yakni Westerlaken Foundation.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement