Senada dengan yang dirasakan dan diungkapkan oleh Elisabeth, penerima BPBL di Kabupaten Kepulauan Aru lainnya, Sepnat Siarukin (39) dan Yakop Siarukin (44) turut mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
"Beta merasa senang, selama ini beta tidak dapat listrik, terima kasih sudah bantu kita sebagai masyarakat kecil," ujar Sepnat.
"Saya senang sekali, lampu sudah menyala, karena selama ini saya memakai pelita," ucap Yakop menambahkan.
Sebagai informasi program BPBL untuk periode 2023 meliputi instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan (BP) baru ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai pelanggan golongan tarif 900 VA, dan pengisian token listrik perdana senilai Rp100 ribu.
Diharapkan dengan BPBL ini akan bermanfaat masyarakat dapat menikmati listrik untuk kebutuhan sehari-hari, penerangan, komunikasi, televisi, pendidikan dan untuk kegiatan ekonomi mikro sehingga menjadi pemicu peningkatan ekonomi masyarakat.
(Agustina Wulandari )