JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada tanggal 28-29 Agustus 2023 esok.
BMKG menyatakan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.
"Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot," ujar BMKG sebagaimana rilis yang diterima MNC Portal, Minggu (27/8/2023).
Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makasar bagian selatan, Laut Maluku, Laut Banda, perairan Kep. Tanimbar dan Laut Arafuru.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Nias, perairan selatan Jawa Barat - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur - NTT, perairan P. Sawu - P. Rote, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan selatan Kalimantan, Selat Makasar bagian selatan, perairan Kotabaru, Laut Flores, perairan Kep. Wakatobi, dan perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep. Sula, Laut Banda.
Kemudian perairan selatan P. Buru - P. Seram, perairan Sermata - Kep. Babar, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru bagian timur dan barat, Laut Seram bagian timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan utara dan barat Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera.
Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai - Lampung, perairan, Kep. Enggano, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Tengah, perairan selatan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah.
Maka itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
BACA JUGA:
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," jelas BMKG.
(Fakhrizal Fakhri )