Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pantau Situasi, Uni Eropa Tidak Yakin Prigozhin Sudah Meninggal

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 30 Agustus 2023 |19:00 WIB
Pantau Situasi, Uni Eropa Tidak Yakin Prigozhin Sudah Meninggal
Uni Eropa masih terus memantau kepastian meninggalnya bos Wagner (Foto: PMC Wagner/Reuters)
A
A
A

NEW YORK Uni Eropa (UE) sedang memantau situasi setelah kematian bos Wagner yang juga pengusaha Rusia Evgeny Prigozhin, dan belum membuat keputusan apakah akan mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadapnya.

Outlet berita Daily Storm mengatakan mereka telah menerima pernyataan dari layanan pers cabang eksekutif Uni Eropa yang menyatakan bahwa mereka belum melihat “konfirmasi yang dapat dipercaya” mengenai kematian Prigozhin.

“Keputusan Dewan [Eropa] diambil dengan suara bulat, sementara diskusi antar negara anggota bersifat rahasia,” kata pernyataan tersebut, yang dikutip dalam bahasa Rusia, dilansir RT.

Seperti diketahui, Prigozhin tewas bersama beberapa rekan dekatnya dan awak jet pribadinya, ketika pesawat tersebut jatuh di Rusia pada Rabu (23/8/2023) lalu. Komite Investigasi Rusia mengkonfirmasi identitas semua korban pada hari Minggu, setelah tes DNA dilakukan. Pemakamannya berlangsung pada Selasa (29/8/2023) di St. Petersburg.

Taipan kontroversial ini dan perusahaannya telah terkena beberapa kali sanksi Barat. Amerika Setrikat (AS) pertama kali menargetkan Prigozhin pada 2016 karena dugaan campur tangan pemilu. UE melakukan hal yang sama pada 2020, mengutip perannya sebagai kepala perusahaan militer swasta Wagner Group, yang pada saat itu dituduh memasok senjata ke Libya, dan melanggar embargo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anggota keluarganya juga menjadi sasaran setelah pecahnya konflik Rusia-Ukraina tahun lalu. Pada Maret lalu, ibundanya yang sudah lanjut usia, Violetta Prigozhina, mendapatkan keputusan dari pengadilan tertinggi kedua Uni Eropa untuk membatalkan sanksi pribadi terhadap dirinya, setelah pengadilan mengatakan pembatasan tersebut “semata-mata didasarkan pada hubungan keluarga mereka.”

Brussels telah memberikan sanksi kepada kerabat sejumlah pengusaha Rusia dengan alasan bahwa target sebenarnya mungkin berusaha melindungi aset mereka dengan mengalihkan kepemilikan.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement