Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Prajurit Kopassus Dicemooh saat Bercita-cita Jadi Jenderal, Endingnya Begini

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 02 September 2023 |05:02 WIB
Kisah Prajurit Kopassus Dicemooh saat Bercita-cita Jadi Jenderal, Endingnya Begini
Kopassus (Foto: Dok TNI)
A
A
A

Luhut merupakan rekan satu angkatan Bagyo di Akabri 70 sekaligus peraih Adhi Makayasa. Dalam bayangan Bagyo, kalau Luhut jadi Danjen Kopassus, dirinya berharap dapat menjadi salah satu Panglima Divisi Kostrad.

Kenyataan berkata lain, Bagyo menggantikan seniornya, Brigjen TNI Agum Gumelar. Bagi Subagyo, menduduki jabatan tertinggi di Kopassus tentu kebanggaan.

Dia lahir dan besar di pasukan elite tersebut, meskipun pada tujuh tahun terakhir sebelum jadi danjen, dia berkarier di struktur lain mulai Paswalpres, Bais ABRI dan Dispamad.

Karier Bagyo terus meroket karena setahun menjadi Danjen Kopassus (1994-1995), dia dipromosikan sebagai Pangdam IV/Diponegoro (1995-1997). Pada pertengahan Juni 1997, kabar lain datang, tentara dari Piyungan ini ditunjuk sebagai wakil KSAD.

Promosi pada 1997 itu mengembuskan kabar lain. Banyak yang menyebut mereka yang dipromosikan kebanyakan jenderal yang dekat dengan Soeharto.

Subagyo yang pernah bertahun-tahun menjadi pengawal Pak Harto masuk dalam bayang-bayang tersebut. Mereka yang dekat dengan Cendana pasti dianggap bakal bersinar terang. Meski banyak benarnya, tidak semuanya bernasib sama.

“Jangan keliru, tidak semua yang dikenal Pak Harto menjadi orang penting. Karena lewat perkenalan itu Pak Harto berkesimpulan, orang-orang itu tidak bisa diberi beban lebih besar dari yang diberikan ketika mereka berada di sekitar Pak Harto,” kata Salim Said dalam buku ‘Wawancara tentang Tentara dan Politik’.

Subagyo mencapai puncak karier di kemiliteran pada 16 Februari 1998. Bertempat di Istana Negara, Jakarta, dia dilantik Presiden Soeharto sebagai KSAD. Dia menggantikan seniornya, Jenderal TNI Wiranto, yang ditunjuk sebagai Panglima TNI. Subagyo menjadi orang nomor satu di AD hingga 20 November 1999.

Dia benar-benar meraih empat bintang emas di pundaknya alias jenderal. Impian tentara berjuluk Bima itu akhirnya terbukti menjadi jenderal dengan menyandang empat bintang emas di pundaknya.

Sosok Subagyo bahkan menjadi sosok panutan bagi mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto. Banyak hal dipelajarinya antara lain sifatnya yang ramah, jiwa loyal, dan setia serta selalu membela anak buah.

“Saya kira tidak keliru kalau orang-orang memberi julukan beliau sebagai Bima. Mungkin tampanya garang dengan kumis lebat, tapi beliau selalu senyum bahkan ramah dan selalu penuh humor,” kata Prabowo dalam biografinya. “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto’.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement