JAKARTA- Isu tantangan demokrasi di Indonesia saat ini semakin sering diungkit-ungkit dan menjadi keresahan bersama masyarakat khususnya di kota besar. Terlebih menjelang Pemilu dan Pilkada yang tentu saja akan memacu intensitas pergerakan politik yang kian panas.
Tantangan dalam hal demokrasi seolah menjadi puncak gunung es dari berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Dampaknya bisa terlihat seperti kesenjangan ekonomi dan kesewenang-wenangan masyarakat kalangan berduit.
Dilansir dari situs Lemhannas. go. id, Sabtu (2/9/2023), menurut Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto, terdapat tiga tantangan terbesar dalam dinamika politik Indonesia dalam rentang tahun 2023—2024. Pergerakan politik dalam negeri sudah pasti menjadi jalan yang paling erat kaitannya dengan kehidupan demokrasi di Tanah Air.
Berikut adalah tiga tantangan demokrasi di Indonesia menurut Gubernur Lemhanas RI.
3. Politik Identitas
Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas Reni Mayerni menyatakan dalam laman Lemhanas. go. id bahwa politik identitas menjadi sikap yang mengedepankan golongan atau simbol tertentu demi meraih pengaruh politik.
Menurutnya aspirasi politik mengerucut dalam kelompok-kelompok baik partai politik maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terafiliasi dengan identitas tertentu.
Namun, hendaknya identitas yang dibawa ke dalam politik tersebut dilakukan secara beretika dan bermoral serta tidak melampaui batas yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.