Bukan hanya Indonesia yang membuktikan kekuatannya. Negara-negara ASEAN lain pun demikian. Singapura, misalnya, mencatat pertumbuhan sebesar 0,7 persen (year on year) pada kuartal II/ 2023, naik dari 0,4 persen dari kuartal sebelumnya. Laju ekonomi positif juga ditunjukkan oleh Filipina. Philippine Statistics Authority (PSA) mengeluarkan rilis yang menyatakan bahwa sektor ekonomi utama mereka semua tumbuh positif di kuartal II/2023. Pertumbuhan ekonomi negara mencapai 4,3 persen secara tahunan pada kuartal II 2023 ini. Penyumbang pertumbuhan ekonomi Filipina di kuartal ini, antara lain, adalah perdagangan skala besar dan skala eceran, serta kendaraan bermotor, yaitu sebesar 5,3 persen.
Sementara itu, Vietnam membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,14 persen pada kuartal II/2023. Meski pemerintahnya mengakui bahwa perekonomian mereka melambat, tetapi angka pertumbuhannya tetap baik di tengah tantangan global.
Wilayah Asia Tenggara memang terus bertumbuh. Jelang KTT ke-43 ASEAN, salah satu pertemuan tingkat menteri yang dilakukan adalah ASEAN Economic Community Council atau AECC, pada Minggu 3 September 2023. Pertemuan tersebut membahas pilar ekonomi ASEAN. Dalam pertemuan, terungkap bahwa total PDB ASEAN adalah $3,6 triliun dolar Amerika di tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2024 diperkirakan menjadi yang tertinggi di dunia, mencapai 4,5 persen.
ASEAN juga menjadi kawasan yang paling menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI). Di tahun 2022, 17 persen FDI masuk ke ASEAN, membuatnya jadi penerima FDI tertinggi jika dibandingkan dengan kawasan berkembang lainnya. Sungguh sebuah data yang membanggakan, menjadi bukti kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Asia Tenggara.
Ketangguhan ASEAN lagi-lagi teruji saat terjadi perseteruan antara Rusia dan Ukraina. Konflik global itu sempat menyebabkan kenaikan harga komoditas, mengingat dua negara yang bertikai adalah pengekspor utama bahan bakar fosil, biji-bijian, pupuk, dan logam. Namun, kondisi segera membaik. Meski belum pulih seperti semula dampak perang di Ukraina bisa dikurangi oleh masyarakat ASEAN.
Masyarakat ASEAN memang kuat. Kekuatan itu tentu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus diupayakan melalui kebijakan-kebijakan pemerintahnya.