Demang Lehman juga berhasil merebut dan menguasai benteng Belanda di Tabaniau. Belanda tidak tinggal diam. Mereka mengirim kapal perang Bone ke Tanah Laut untuk merebut Benteng Tabaniau. Pertempuran berlangsung begitu sengit hingga sembilan tentara Belanda tewas ketika pasukan Letnan Laut Cronental menyerbu Benteng Tabaniau dan mereka melarikan diri.
Belanda kembali mencoba merebut benteng Tabaniau pada serangan keduanya. Namun lagi-lagi Demang Lehman, Kiai Lang Lang dan Penghulu Haji Buyasin berhasil mempertahankan benteng tersebut.
Meskipun Belanda mempunyai persenjataan lengkap dan angkatan laut yang dikerahkan pada saat itu. Namun pasukan Demang Lehman mampu melarikan diri tanpa dilumpuhkan.
Pada tahun 1861, Belanda berambisi merebut kembali Benteng Tabaniau. Pertempuran yang sangat sengit pun terjadi antara kedua kubu hingga kedua kubu kewalahan.