Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Demang Lehman, Panglima Perang Banjar yang Dikubur Tanpa Kepala karena Dipenggal Belanda

Putri Amanda , Jurnalis-Selasa, 05 September 2023 |12:49 WIB
Kisah Demang Lehman, Panglima Perang Banjar yang Dikubur Tanpa Kepala karena Dipenggal Belanda
Kisah Demang Lehman Panglima Perang Banjar/wikipedia
A
A
A

JAKARTA- Kisah Demang Lehman, Panglima Perang Banjar yang dikubur tanpa kepala karena dipenggal Belanda akan dibahas lengkap dalam artikel ini.

Demang Lehman yang tewas di tiang gantungan, tetap menjadi pahlawan di masyarakat. Beliau merupakan panglima perang yang tidak bisa dikesampingkan di Kerajaan Banjar. Demang Lehman dengan gagah berani menjadi Panglima Perang Banjar. Namun nama Demang Lehman kurang familiar di masyarakat.

Dilansir beragam sumber, Selasa (5/9/2023), Demang Lehman lahir pada tahun 1832 di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan meninggal di Martapura pada tanggal 27 Februari 1864 pada usia 32 tahun.

Beliau merupakan salah satu panglima perang yang berperan penting dalam Perang Banjar. Nama lahir pahlawan tersebut adalah “Idies”, namun ia diberi gelar "Kiai Demang" karena menjadi pejabat pengendali Lalawangan (distrik) Kesultanan Banjar.

Demang Lehman merupakan salah satu asisten dan orang kepercayaan Pangeran Hidayatullah. Kesetiaan, kepiawaian, dan pengabdian Demang Leman membuatnya diserahi tugas besar menjadi kepala distrik di Riam Kanan.

Kebijaksanaan dan kepiawaian Demang Lehman dalam memimpin perang menarik perhatian Belanda saat itu. Bahkan, ia dikenal sebagai pejuang yang ditakuti sekaligus dibanggakan karena kemampuannya dalam mengumpulkan massa.

Pada tanggal 30 Agustus 1859, Demang Lehman mengerahkan 3.000 pasukan ke Istana Bumi Selamat yang saat itu diduduki oleh Belanda. Dalam pertempuran tersebut, Letnan Kolonel Boon Ostade hampir terbunuh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement