Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lima Kitab Kuno Ini Catat Kehebatan Indonesia, Berikut Ulasannya!

Nanda Aria , Jurnalis-Jum'at, 08 September 2023 |08:14 WIB
Lima Kitab Kuno Ini Catat Kehebatan Indonesia, Berikut Ulasannya!
Lima kitab kuno ceritakan kehebatan Indonesia/Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Kehebatan nusantara yang kini masuk wilayah Indonesia tercatat di kitab-kitab kuno. Kehebatan itu dapat dilihat dari temuan benda sejarah seperti candi, relief, arca dan sebagainya.

Bahkan, kehebatan itu tercatat dalam kitab-kitab yang menjadi karya sastra hebat di masanya. Berikut kitab-kitab kuno yang memuat kehebatan bangsa Indonesia di masa lalu seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Kitab Negarakertagama

Kitab Negarakertagama adalah kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Kitab ini menjadi sumber sejarah yang valid dan terpercaya lantaran ditulis pada masa Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk) di tahun saka 1287 atau 1365 M. Bila diartikan, Negarakertagama berarti negara dengan tradisi (agama) yang suci.

Kitab Negarakertagama banyak menceritakan tentang kejayaan Kerajaan Majapahit, silsilah raja-raja Majapahit, candi makam raja, keadaaan kota raja, upacara Sradha, wilayah kerajaan Majapahit, maupun negara-negara bawahan Majapahit.

Kitab ini pertama kali ditemukan di Istana Raja Lombok pada tahun 1894 oleh seorang peneliti bernama J.L.A Brandes. Ia menyelamatkan kitab itu sebelum dibakar bersama seluruh buku di perpustakaan kerajaan. Naskah ini merupakan naskah tunggal yang berhasil diselamatkan setelah rampung ditulis pada tahun 1365.

Penemuan Negarakertagama yang di dalamnya berupa syair kuno Jawa (kakawin) itu adalah bukti nyata jika di Indonesia pernah bercokol kerajaan hebat dengan tradisinya yang tinggi macam Majapahit.

2. Kitab Sutasoma

Kitab Sutasoma merupakan sebuah kakawin atau syair Jawa kuno yang digubah oleh Mpu Tantular pada zaman Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk. Kitab ini menceritakan perjalanan panjang seorang pangeran dari Negeri Hastinapura bernama Sutasoma untuk menemukan makna hidup sesungguhnya.

Ketampanan Sutasoma konon dianggap setara dengan Arjuna putra Pandu. Sang pangeran malah memilih hidup sebagai pertapa untuk mencapai keutamaan hidup.

Semboyan negara Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika ternyata diambil dari kitab yang ditulis pada abad ke-14 itu. Kakawin Sutasoma berisi banyak pelajaran yang berharga. Di antaranya mengajarkan toleransi beragama, yang di era modern saat ini sudah mulai luntur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement