Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Amerika Serikat Disebut Mengetahui Operasi Pembantaian Tragedi 1965

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 13 September 2023 |06:01 WIB
 Amerika Serikat Disebut Mengetahui Operasi Pembantaian Tragedi 1965
Illustrasi (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Tiga lembaga Amerika yakni National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dkeduanya lembaga nirlaba, dan lembaga negara National Archives and Records Administration (NARA), kembali membuka sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 ke publik, yang berisikan sejumlah surat dari dan ke Amerika Serikat terkait pembunuhan massal pasca 1965.

Dokumen yang dibuka adalah 39 dokumen setebal 30.000 halaman yang merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia sejak 1964 hingga 1968. Isinya antara lain seputar ketegangan antara militer dengan PKI, termasuk efek selanjutnya berupa pembantaian massal.

Data dan fakta ini menguak sebagian tabir yang selama ini masih tertutup rapat dalam sejarah Indonesia. Selama ini, negara, terutama Tentara Nasional Indonesia, mengelak untuk membicarakan atau mengkaji ulang sejarah kelam tragedi 1965.

Fakta yang tersaji dalam dokumen diplomatik Amerika ini membantah narasi tunggal bahwa korban pembantaian tragedi 1965 adalah komunis atau mereka yang memang terkait pembunuhan para jenderal dan upaya pengambil alihan kekuasaan pada 30 September 1965.

"Para anggota dan simpatisan PIKI itu kebingungan dan mengaku tak tahu soal 30 September," tulis laporan diplomatik Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia pada 20 November 1965, seperti dilansir dari BBC News Indonesia, Rabu (13/9/2023).

Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo mengatakan tidak bisa membantah maupun mengiyakan terjadinya pembantaian pasca 30 September 1965.

"Saya tidak dalam posisi membenarkan atau menolak fakta itu. Tragedi 1965 adalah pertarungan kekuasaan antara PKI dan Angkatan Darat," kata Agus, yang juga putra Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, salah satu dari tujuh korban 30 September 1965.

Berikut ini adalah beberapa fakta terkait tragedi 1965 yang tersaji dalam laporan diplomatik yang memuat juga soal konfrontasi dengan Malaysia, kondisi Irian Barat, dan perang Vietnam tersebut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement