Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Ajukan Pemblokiran Rekening Rumah Produksi Film Video Porno di Jaksel

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Rabu, 13 September 2023 |13:03 WIB
Polisi Ajukan Pemblokiran Rekening Rumah Produksi Film Video Porno di Jaksel
Lokasi pembuatan film porno di jaksel (foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Polisi menyebut ada dua rekening milik rumah produksi film porno lokal Jakarta Selatan yang diblokir. Diduga rekening tersebut untuk menampung dari para member yang berlangganan film tersebut.

"Ada dua nomor rekening yang sudah kami mintakan blokir rekening ke dua bank yang bersangkutan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, Rabu (13/9/2023).

Sementara itu, untuk pemblokiran situs website rumah produksi film porno lokal Jakarta Selatan, sudah dimintakan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Katanya, permintaan dilakukan kemarin.

"Pada hari Selasa kemarin penyidik telah melayangkan surat permohonan blokir kepada Kominfo terhadap tiga website dimaksud," katanya.

Sebelumnya diberitakan, situs website rumah produksi film porno lokal Jakarta Selatan bakal diblokir polisi. Pemblokiran sudah diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Untuk diketahui, rumah produksi film dewasa di wilayah Jakarta Selatan digerebek polisi. Lima orang pelaku dari pemeran sampai produser pun dicokok.

"Kemudian dilakukan upaya paksa penangkapan terhadap 5 orang tersangka. Kelima tersangka ini dalam satu rumah produksi. Jadi satu rumah produksi yang kemudian hasil film itu ditransmisikan ke tiga website. TKP (Tempat Kejadian Perkara)-nya ada di tiga wilayah di Jakarta Selatan," katanya.

Lima orang tersebut punya peran berbeda. Laki-laki berinisial I sebagai sutradara, admin website, pemilik hingga produser. Lalu, laki-laki berinisial JAAS berperan sebagai kameramen. Laki-laki berinisial AIS sebagai editor sedangkan laki-laki berinisial AT sebagai sound enginering. Sementara itu, untuk wanita berinisial SE sebagai sekretaris sekaligus pemeran film dewasa.

Menurut dia, sedikitnya masih ada 11 pemeran wanita dan 5 orang pemeran pria yang masih dalam pengejaran. Ada sebanyak 120 judul film dalam website yang dikelola pelaku. Total ada 10 ribu pengguna telah bergabung dan berlangganan dalam website itu dengan tarif paket yang berbeda.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement