"Masing-masing kami memertahankan hak sebagai masyarakat yang memang sejak awal sudah aktif di objek tersebut," ujar Ketua Ormas M Reza AO, di lokasi.
Menurut Reza, dengan alasan apapun pihaknya tidak akan mau bergeser meninggalkan pos parkir di pintu masuk rumah sakit pemerintah itu. Kata dia, anggotanya tak memiliki gaji tetap dan hanya mencari nafkah dengan memungut parkir di lokasi.
"Saya berharap pemerintah lebih bijak mengambil kebijakan, karena masyarakat Pemuda Pancasila yang dari 2017, dan ini ada histori bukan tanpa hostori, artinya ya diberdayakan diberikan kesempatan. Kami akan tetap bertahan untuk hidup lebih lanjut, karena ini menyangkut kehidupan orang banyak masyarakat Tangsel," tandasnya.